Kamis, 19 April 2018

MISTERI MONSTER SI KAKI BESAR

artikel0808.blogspot.co.id

Hutan belantara Amerika Utara seekor makhluk mirip kera yang mistis tersembunyi di balik bayang-bayang. Berdiri setinggi tujuh kaki, dan dengan tubuh berotot yang sangat besar, sulit baginya untuk terus bersembunyi. Banyak orang yang  melihatnya mengatakan dia benar benar menghilang  seperti seorang manusia, dia berjalan tegak rambut hitam pendek yang menutupi seluruh tubuhnya menunjukkan bahwa dia bukan homo-sapien (manusia). Tidak pernah ditemukan tubuh, tulang belulang  atau sisa-sisa meskipun sudah dilakukan pencarian selama lebih dari dua abad. Satu-satunya bukti yang kita punyai mengenai binatang buas mistis ini ialah jejak-jejaknya yang sangat besar.
lnilah sebabnya makhluk itu disebut si �Kaki Besar'. Seperti monster Amerika Pribumi yang melegenda, Si Kaki Besar adalah bagian utama dari kisah-kisah tradisional pribumi. Mereka menyebutnya �Sasquatch� 'Raksasa hutan berbulu�. Tetapi ia baru menarik perhatian yang nyata setelah menampakkan diri kepada para penetap orang Eropa. Pada 1811, David Thompson, seorang pedagang kulit putih sedang berada di Pegunungan Karang di utara ketika melihat jejak-jejak kaki yang sangat besar dengan ukuran 14 hingga 8-inci. Selama bertahun-tahun, kisah Sasquatch tersebar dan pada 4 Juli 1884, koran Daily Colonist di Colombia lnggris mengumumkan dengan bangga bahwa suatu kru kereta api telah menangkap seekor binatang buas yang besar. Nyatanya, primata berbulu hitam pendek dan gemuk yang mereka jerat mungkin hanyalah seekor simpanse.
Pegunungan Amerika dan Kanada berangsur-angsur penuh dengan kisah-kisah penampakan Sasquatch. Bahkan ada laporan-laporan mengenai gerombolan makhluk-makhluk aneh yang menyerang orang di hutan. Fenomena Sasquatch tidak pernah berfokus pada ide seekor makhluk tunggal, dan orang selalu memikirkan kemungkinan adanya suatu tempat pembiakan. Pada waktu itu, blnatang-blnatang buas mistis terutama menarik perhatian para penebang kayu, penambang dan orang-orang yang tinggal atau bekerja di wilayah-wilayah tempat makhluk-makhluk itu pernah terlihat.
Hal itu berubah pada 1958 ketika Jerry Crew, seorang operator buldoser yang bekerja di Kabupaten Humboldt, California, mencetak jejak-jejak kaki yang aneh yang dia temukan. Sebuah koran lokal memotret Crew, dan gambarnya tersebar ke seantero Amerika Serikat. Pemandangan seorang pria yang sedang memegang cetakan plester yang merekam jejak-jejak seekor binatang buas misterius memulai legenda Kaki Besar modern. Tetapi jika temuan Crew membantu meluncurkan mitos itu, episode 9 tahun kemudian yang memateraikan tempat Kaki Besar di dalam kesadaran Orang Amerika. Pada Oktober 1967,Roger Patterson dan Bob Gimlin sedang berkuda melintasi Bluff Creek, California Utara. Mereka berada di wilayah itu khusus untuk mencari Kaki Besar. Mendadak satu jejak tampak di jalan mereka, dan Patterson melompat dari kudanya. Sementara Gimlin mengarahkan senapan ke pada binatang buas itu, dengan cepat Patterson mendapatkan kembali pijakannya dan berlari menuju makhluk itu, me?lmkan berulang-ulang dengan sebuah kamera ?lm, yang mereka bawa. Hasilnya mungkin adalah bukti yang paling membingungkan. Ukuran panjangnya menunjukkan makhluk besar berbulu dan berkaki dua itu berjalan perlahanlahan memasuki semak belukar. Para ahli yang telah mempelajari dengan cermat ?lm itu menduga bahwa ia adalah Kaki Besar Be?na, karena dua kelenjar susu dapat dilihat di depannya. Meskipun bukti itu mengejutkar-, banyak yang mempertanyakan keasliannya. Beberapa ahli percaya, jika ?lm itu diputar dengan sedikit lebih cepat, ia mungkin merupakan manusia yang menggunakan suatu kostum. Akan tetapi, aspek-aspek ukuran panjangnya sangat menakjubkan. Contohnya, para ilmuwan biot-eknologi mengatakan bahwa agar makhluk seperti Kaki Besar dapat berjalan tegak, ia membutuhkan kaki tumit yang lebar.
Para ahli di dalam industri mula-mula mengharapkan ?lm itu hanyalah merupakan efek-efek spesial, tetapi mereka tak mampu menemukan tanda-tanda apa pun yang dapat memberi petunjuk bahwa itu hanyalah cerita bohongan. Demikian pula, sekelompok ilmuwan Rusia yang mencoba menentukan kecepatan ?lm itu yang tepat tiba pada kesimpulan bahwa makhluk itu benar-benar mempunyai gaya berjaIan yang lamban dan panjang. Akan tetapi, Gimlin sendiri memper timbangkan kemungkinan bahwa dia sendiri bisa jadi menjadi seorang peserta yang tak sadar akan olok-olok yang dikarang oleh teman temannya. Hal ini tidak pernah terungkap karena Patterson meninggal karena kanker pada 1972.
Penampakan si Kaki Besar. Juga makhluk-makhluk itu kini dikatakan mempunyai mata yang merah terang dan sedang m�mbawa bola-bola yang bernyala. Hal ini mungkin tampak sebagai perkembangan yang aneh, tetapi Sasquatch selalu di laporkan mempunyai sifat yang melampaui hal ?sik, dan selalu diduga bahwa ketika mereka mati, tubuh si Kaki Besar Ienyap.
Sayang sekali, karena untuk benar-benar dapat menerima kehadiran si

Kaki Besar, dunia membutuhkan suatu bukti ?sik yang keras.
By: Misteri Dunia


EmoticonEmoticon