Tanaman ini memiliki akar serabut dengan batang semu, beralur, dan berwarna hijau. Siungnya terbentuk di bagian bawah batang. Sebenarnya sIung ini merupakan bagian pangkal batang yang telah berubah bentuk dan fungsinya. Beberapa siung bergabung dalam balutan kuat menjadi sebuah umbi yang besar dan berwarna putih. Bunganya berwarna putih. Daunnya pipih memanjang. Aroma bawang putih termasuk tajam karena mengandung zat alicin dan sulfur. Selain itu, bawang putih juga mengandung yodium cukup tinggi. Bawang putih ada beberapa jenis. Namun, secara umum penampilannya mirip satu sama lain bentuk umbi dan daya produksi. Umumnya bawang putih ditanam di daerah dataran tinggi. Namun, kini ada juga jenis yang mampu berproduksi di dataran sedang.
Pemanfaatan untuk pengobatan tradisional sebagai berikut :
- Obat pencegah pilek Bawang putih secukupnya ditumbuk hingga menjadi bubur, lalu ditambahkan 10 sendok air matang dingin. Larutan ini diteteskan ke hidung secara teratur.
- Pencegah radang selaput otak belakang (epidemic cerebrospinal meningitis) Sebanyak 5 g bawang putih (jumlah ini dikurang bila penderita adalah anak-anak: dibersihkan, lalu dimakan pada waktu makan. Setelah makan \mulut dicuci dengan air garam ,Perlakuan ini dilaksanakan selam 3 hari. Selain cara tersebut, ada cara lain untuk mencegah radang selaput otak belakang. Sebanyak 15 g bawang putih dikupas kulitnya ditumbuk, lalu ditambahkan 40 ml air dan gula secukupnya. Ramuan ini dibagi menjadi dua bagian dan disajikan dua kali sehari Pengobatan ini dilakukan selama 5 hari.
- Tuberculosis Siapkan 30 g bawang putih yang dikupas kulitnya, 30 g beras dan 3 g bubuk baiji. Bawang putih yang sudah bersih dimasukkan ke dalam air mendidih selama satu menit, kemudian diangkat (bawan putih hanya dimasak setengah matang). Air rebusan bawang puti dicampur dengan beras, lalu dimasak di tempat menanak nasi (dandang). Selanjutnya, bawang putih dan bubuk baiji dimasukkan ini dilakukan setiap hari. Sebagai tambahan, sebanyak siung bawang putih dapat dimakan setiap hari.
- Batuk Sebanyak 30 g bawang putih dikupas kulitnya, ditumbuk halus, lalu ditambahkan satu cangkir kecil air matang hangat. Tumbukan bawang putih direndam selama 5-6 jam, lalu ditambahkan gula secukupnya. Untuk mengobati batuk pada anak berusia di bawah 3 tahun diberikan sebanyak 1/2 sendok makan larutan bawang putih tersebut, sedangkan anak berusia 3-5 tahun diberikan sebanyak 1 sendok makan. Perlakuan ini dilakukan selama tiga hari.
- Pencegah disentri Sebanyak 10 g bawang putih dikupas kulitnya, ditumbuk halus, kemudian direndam dalam air matang hangat selama 6 jam. Ke dalam air rendaman bawang putih tersebut ditambahkan sedikit gula, kemudian dibagi menjadi tiga bagian. Air tersebut diminum tiga kali sehari.
- Disentri Sebanyak 5 g bawang putih dikupas kulitnya, lalu dimakan beberapa kali sehari. Cara ini diulangi setiap hari selama 5-6 hari.
- Radang lambung akut Sebanyak 6 g bawang putih dikupas kulitnya, ditambahkan garam secukupnya, dan ditumbuk. Ke dalam bawang yang sudah ditumbuk dituangkan air matang yang hangat, kemudian disajikan 1-2 kali sehari. Ulangi ini selama beberapa hari. Cara lain untuk mengobati radang lambung akut ini, yaitu bawang putih secukupnya ditumbuk dan diletakkan di pusar dan telapak kaki.
- Pengumpulan cairan serosa di dalam rongga perut Bawang putih secukupnya direbus dalam minyak kacang dan dimakan sebagai sayur pada waktu makan. Cara ini diulangi setiap hari selama 2-3 bulan.
- Pendarahan hidung (epitaxis) Sebanyak 10 g bawang putih ditumbuk dan diletakkan di telapak kaki bagian tengah penderita. Pendarahan hidung tidak akan berhenti sampai telapak kaki terasa pangs.
- Disengat lipan Bawang putih secukupnya ditumbuk dan dibubuhkan pada bagian yang disengat lipan.
- Bisul, borok, dan bengkak keracunan Bawang putih secukupnya ditumbuk, dibubuhkan pada bagian yang sakit, dan ditutup dengan perban.
- Katimumul Bawang putih dan bawang daun (Allium fotulosum L.) dalam jumlah yang sama ditumbuk hingga menjadi pasta. Sesaat sebelum digunakan, tambahkan cuka secukupnya. Sebelum digunakan, daerah di sekitar katimumul dibersihkan dan dikorek dengan pisau tajam. Perlakuan ini dihentikan sebelum berdarah. Selanjutnya katimumul direndam dalam air garam selama 20 menit hingga menjadi lunak. Setelah itu, campuran bawang putih yang sudah disiapkan dibubuhkan ke katimumul dan ditutup dengan perban. Perban dan perawatan tersebut diulangi setiap hari atau dua hari sekali. Kati-mumul dapat diobati selama 5-6 hari.
- Pencegah keracunan Sebanyak 6 g bawang putih dibersihkan dan dimakan selama dua kali sehari.
- Tekanan darah tinggi Setiap akan makan nasi dianjurkan untuk memakan sebanyak satu slung bawang putih mentah setiap hari. Namun, penderita yang tidak kuat dapat mengonsumsi bawang putih yang dicampurkan ke masakan.


EmoticonEmoticon