Jumat, 20 April 2018

LEGENDA PULAU A LYDNESSE KUNO DI DARATAN CORNWALL INGGRIS

artikel0808.blogspot.co.id

Jauh dari ujung Tepi Daratan, di Cornwall, lnggris, yang ada hanyalah air dan beberapa pulau kecil yang disebut Pulau-pulau Kecil Scilly. Legenda mengatakan bahwa di bawah gelombang-gelombang Atlantik yang ganas terletak sisa-sisa kerajaan kuno yang indah yang disebut Lyonesse. Kerajaan itu selalu termuat di dalam legenda ?egenda Raja Arthur dan suatu ke?ka dilindas oleh banjir besar. Penduduk setempat percaya bahwa jika anda melihat ke arah yang tepat pada saat pasang surut anda bahkan dapat melihat menara-menara dan kubah-kubah yang tenggelam. Kadang-kadang, pada Iarut malam,mungkin akan terdengar bunyi sayup-sayup lonceng gereja yang telah hilang.Lyonesse dikatakan adalah suatu negeri besar yang mempunyai kota-kota yang megah dan membentang ke barat jauh dari Tepi Daratan, dari Gunung St Michael hingga di luar Pulau-pulau Kecil Scilly.
Diduga ada 140 gereja di negeri itu, dan hutan yang besar menutupi wilayah itu. Akan tetapi, pada 11 November 1099 banjir yang menggenakan mengamuk di negeri itu, menenggelamkan semua penduduknya kecuali satu orang. Orang satu-satunya yang selamat adalah seorang pria yang disebut Trevilian, yang melihat gelombang datang dan dia memacu kudanya menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.
Lambang Trevlyan masih menunjukkan seekor kuda putih yang sedang muncul dari Iaut, tetapi kota-kota Lyonesse Ienyap untuk selamanya,dan hanya ti?k-titik tertinggi kerajaan itu mencuat melalui gelombang-gelombang. Dari jarak 20 mil dari Tepi Daratan, kini kita mengenal puncak-puncak ini sebagai Pulau-pulau Kecil Scilly.Variasi lain legenda Lyonesse mengatakan bahwa ketika Raja Ar-
thur terluka dalam pertempurannya yang terakhir dengan Mordred, sisa-sisa pasukan musuh mengejar sang raja hingga ke Lyonesse. Sewaktu Arthur dan anak buahnya mencapai titik tertinggi di dalam kerajaan itu, muncullah hantu Merlin. Dia memanggil banjir yang mengerikan dan pasukan Mordred tenggelam. Dikatakan bahwa Arthur kemudian wafat di Pulau-pulau Kecil Scilly, dan pengaitan di antara Raja Arthu dan Lyoness telah diperluas oleh pikiran-pikiran imajinatif selama bertahun-tahun. Alfred Lord Tennyson bahkan menduga istana Camelot raja besar yang mistis dan didongengkan itu ada di sana.
Lalu apa bukti yang menyertai mitos khayali ini? Sebagai awalnya,mengelilingi Gunung St Michael pada saat pasang surut, akan terlihat sisa-sisa hutan kuno. Jadi pernah ada daerah berhutan yang pasti di bawah laut . Demikian pula, pada saat pasang surut juga
melihat tembok dan reruntuhan yang terletak di pantai-pantai pulau itu. Pada 1920-an dipercaya bahwa bangunan-bangunan yang ditemukan di pantai di Dataran Samson adalah penanda-penan-
da batas ladang, meskipun pemikiran yang lebih modern menganggap bahwa mungkin itu adalah p�rangkap ikan. Tetapi sisa-sisa lingkaran gubuk-gubuk yang jelas dan kista di pulau-pulau lain menyarankan air benar-benar telah naik. Memang, tulisan-tulisan paling lambat abad
keempat SM menyatakan bahwa Pulau-pulau Scilly adalah satu daratan luas .
Sekelompok batuan yang bertempat separo jalan di antara Tepi Darat dan Pulau-pulau kecil Scilly, dikenal sebagai Batu Tujuh, dipercaya menandai situs yang dulu adalah suatu kota besar. Para pelaut dan nelayan lokal menyebut wilayah itu "Kota Kecil". Sejumlah pelaut ini bahkan melaporkan menangkap bagian-bagian pintu dan jendela dijalan mereka di sekitar wilayah itu. Pada 1930-an, Stanley Baron, seorang jurnalis dari koran London, News Chronicle sedang berdiam di Sennen
Cove, persis di utara Tepi Darat, ke?ka dia dibangunkan pada suatu malam oleh bunyi lonceng-lonceng yang terendam. Tuan rumahnya menjelaskan bahwa dia telah mendengar bunyi sayup-sayup lonceng gereja Lyonesse. Saksi terpercaya lainnya, Edith Oliver, adalah mantan seorang walikota Wilton di Salisbury. Dia mengklaim telah dua kali melihat menara-menara, puncak-puncak menara dan kubah-kubah Lyonesse yang muncul dari ombak-ombak sewaktu dia melihat keluar dari Tepi Darat. Akan tetapi, sains menolak untuk menerima legenda-legenda ini. Para Oseanografer yakin bahwa pada 3.000 tahun terakhir tidak ada perubahan yang cukup besar di bidang ketinggian pasang yang memungkinkan terjadinya fenomena ini. Tetapi sekali pun sains tidak membenarkan kisah-kisah yang fantas?s, masih ada bukti nyata diujung pantai di banyak Pulau-pulau Scilly. Dan bagaimana pun juga pembuktian osenogra?s saja tidak cukup untuk mencegah para pelaul Cornis tua yang sudah berpengalaman. Kadang-kadang suatu kisah begitu magis.
by: misteri dunia


EmoticonEmoticon