Senin, 23 April 2018

KISAH SURAT-SURAT GULUNGAN LAUT MATI

artikel0808.blogspot.co.id

Pantai Utara Laut Ma? terutama tempat yang gersang dan kering. Pantai itu terletak 13 mil dari Yerusalem, dan meskipun sering diselimuti kabut, tingkat-tingkat kelembabannya sangat rendah tempat yang sempurna untuk melindungi benda-benda kuno.Pada musim semi 1947 dua pemuda penggembala dari suku Badui sedang mencari seekor kambing yang hilang di antara karang terjal diarea yang dikenal sebagai Qumran. Selama mereka menelusuri dari gua ke gua, mereka menemukan sejumlah guci yang berisi begitu banyak naskah terbuat dari perkamen dan Iontar. Naskah-naskah ini baru mengemuka belakangan pada tahun itu ketika orang Badui itu menjual tujuh dari naskah-naskah tersebut ke pedagang barang-barang antik lokal. Sewaktu dunia akademis semakin banyak mendengar tentang temuan-temuan itu, gairah yang hebat menerobos komunitas global para sejarawan. Mereka tidak menduga bahwa hal ini akan menjadi penemuan surat gulungan paling penting selama abad itu.
Pada tahun 1949 lokasi persis penemuan awal ditemukan, dan dilakukan survei arkeologls yang saksama atas gua itu. Semakin banyak surat gulungan yang dibongkar, bersama potongan-potongan kain, tembikar, dan kayu.Selama tujuh tahun berikutnya ditemukan sepuluh gua lagi di wilayah Qumran yang memuat naskah-naskah kuno, dan sisanya sekitar 850 naskah surat gulungan yang berbeda ditemukan semuanya. Gua-gua itu dinamai menurut urutan pencariannya, dan gua keempat, yang dibongkar pada 1952, terbukti merupakan hasil temuan artefak terbesar dengan 15.000 fragmen dari 500 naskah yang berbeda. Juga digali suatu kompleks bangunan-bangunan kuno di dekat gua-gua itu, yang dikenal sebagai reruntuhan Qumran.
Apa yang ditemukan para ilmuwan ialah bahwa surat-surat gulungan dan reruntuhan itu sama-sama berhubungan mulai dari di antara abad ketiga SM dan 68 M. Tampaknya naskah-naskah tersebut membentuk perpustakaan sekte Yahudi, mirip dengan kaum Essene. Kaum Essene adalah serikat
yang mematuhi Taurat dengan ketat, yang tidak menyukai keimaman yang mapan dan mungkin benar-benar telah dihapuskan oleh gereja yang berbasis di Yerusalem. Diduga reruntuhan di Qumran membentuk bagian dari masyarakat mereka, dan gulungan-gulungan surat itu disembunyikan dari tentara Romawi yang sedang bergerak maju sekitar 70 M. Hal yang benar-benar memepesona perihal surat-surat gulungan itu terutama bukan �ejarahnya, tetapi apa yang benar-benar mereka katakan.
Surat-surat gulungan itu telah diartikan dan direkonstruksi oleh para pakar sarjana modern. Surat-surat gulungan itu cenderung terbagi dua kelompok teks-teks berkenaan dengan agama dan lainnya mengungkapkan rincian kehidupan sehari-hari dan sejarah. Ada salinan-salinan dari banyak tulisan alkitabiah yang berhubungan dengan Kitab lnjil, dan semuanya tak lain dari kitab Perjanjian Lama. Menariknya,ada mazmur - mazmur yang tak terlihat sebelumnya yang dikarang oleh Raja Daud dan Joshua, dan juga beberapa ramalan tentang Yehezkiel, Yeremia, dan Daniel yang tidak tampak di dalam Alkitab. Surat-surat gulungan itu memuat kisah-kisah yang sebelumnya tidak diketahui
tentang Enok, Abraham, dan Nuh. Demikian pula kata-kata yang hilang dari Amram, Joseph, Yehuda, Lewi, dan Naphtali juga diungkapkan di dalam teks-teks itu.
Anehnya, meskipun tanggal dan kedekatannya dengan peristiwa-peristiwa Perjanjian Baru, kehidupan Yesus Kristus tidak disebut-sebut. Surat-surat gulungan itu terutama ditulis di dalam bahasa lbrani, tetapi juga menonjolkan bagian-bagian dalam bahasa Aramik dan Yunani.
Beberapa surat gulungan menjelaskan hukum-hukum dan kode-kode pertempuran, sementara yang lain menceritakan puisi-puisl dan ?lsa fat-?lsafat dari orang bijaksana. lnformasi yang paling membingungkan terdapat di dalam daftar surat-surat gulungan mendaftarkan 64 tempat di sekitar Israel tempat penguburan harta kuno. lnformasl itu memberi kesan bukan hanya emas dan perak yang disembunyikan disana, tetapi banyak obyek - obyek suci dari kull Yerusalem juga disimpan di tempat-tempat jauh yang tidak dikenal supaya aman.
Meskipun surat-surat gulungan itu semuanya ditemukan dalam delapan tahun, koleksi itu terpencar-pencar di kalangan universitas-universitas, museum-museum dan lembaga-lembaga ilmiah di seantero dunia. Pada tahun 1954, beberapa surat gulungan itu bahkan diiklankan untuk dijual di Wall Street Journal. Banyak surat gulungan itu berada dalam kondisi parah, sehingga menjadi sulit untuk menyusun ide lengkap mengenai apa yang dimaksudkan oleh teks-teks itu.
Selama tahun 1960-an hingga 1970-an banyak karya yang sudah sudah
digarap tetap tidak diterbitkan, sehingga minat publik pada surat-surat gulungan itu susut. Akan tetapi pada dasawarsa terakhir, ada komitmen yang diperbaharui untuk menyediakan koleksi foto, terjemahan dan penjelasan yang lengkap kepada khalayak yang lebih luas. Hal ini tampaknya sangat panjang. Bukan hanya karena surat-surat gulungan itu menggambarkan penemuan historis yang mengherankan, tetapi juga karena mereka mencatat rentetan kejadian-kejadian suatu masa yang pada hakikatnya pengertian kita sendiri atas Dunia Alkitabiah.
By: misteri dunia


EmoticonEmoticon