Selasa, 24 April 2018

KISAH PRIA DI DALAM TOPENG BESI

artikel0808.blogspot.co.id

Dari semua tokoh misterius di dalam sejarah, tidak ada yang lebih memicu minat, dan memberikan rincian yang sedemikian sedikit, daripada Pria di dalam Topeng Besi. Meskipun Iebih dari 300 tahun menimbulkan teka-teki, terkaan dan ketakpastian, hanya ada segelintir petunjuk mengenai identitasnya. Pria itu adalah seorang tokoh yang membingungkan yang telah menjadi topik dari sebuah novel klasik oleh Alexandre Dumas dan segudang ?lm roman. Tempatnya di dalam pikiran publik pasti, tetapi meskipun membangkitkan perhatian sepopuler itu, tidak ada penyingkapan yang sangat penting. Kita hanya tahu bahwa dia adalah seorang tawanan terhormat, dia harus menyembunyikan identitasnya di belakang sebuah topeng yang asing.
Pria di dalam Topeng Besi pertama kali dipenjara pada suatu ketika pada 1660-an, mungkin menjelang akhir dasawarsa itu. Dia mula - mula dipenjarakan di benteng Pignerol di Alps Prancis, di sana ia dijaga oleh Benigne de'Auvergne de Saint Mars, yang akan terus menjadi pemenjara pribadinya hingga akhir hayatnya. Dia dipindahkan ke penjara terdekat di Exiles pada 1681, dan kemudian ke kastil pulau Sainte Marguerite pada 1687. Selama perubahan penjara yang kedua inilah saksi pertama menceritakan melihat seorang tawanan di dalam sebuah topeng besi. Pada 1698 Saint Mars diangkat gubernur Bastille, penjara Paris yang terkenal. Akibatnya pria bertopeng itu dipindahkan ke ibu kota Prancis dan Iebih banyak laporan yang dicatat pada waktu ini mengenai seorang pria yang mengenakan topeng beludru hitam. Dia dikatakan meninggal di Bastille pada 1703.
Rincian aktual yang kita punyai tentang kehldupannya teramat sedikit. Akte kematian menyatakan nama tawanan itu ialah Marchioly,dan ia berusia kira-kira 45 tahun ketika meninggal. Hal ini tampak mustahil, khususnya karena dia telah berada di dalam tahanan hamplr 40 tahun. Seorang pria yang memulai banyak teori tentang tahanan Bastille yang misterius adalah penghuni lain yang belakangan mendekam di penjara itu ?lsuf dan penulis Voltaire yang telah berbicara dengan penawan pria itu. Dia menyingkapkan bahwa pria itu telah dipenjara sejak 1661, dan merupakan seorang yang masih muda, tinggi dan tampan ketika ditangkap pertama kali. Katanya dia berpakaian sangat indah, mempunyai hobi dan selera yang halus, dan lebih penting lagi dia tampak sangat mirip dengan seorang anggota Keluarga Kerajaan Perancis.
Mesklpun Voltaire dikenal sebagai musuh Kerajaan Perancis, dugaannya bahwa sang tawanan mungkin adalah saudara kembar Raja Louis XIV tetap diingat orang, dan dipakai Dumas untuk novelnya. Meskipun fakta bahwa kemiripan ?sik yang identik dengan sang raja bertanggung jawab untuk pemasangan topeng yang permanen bagi pria itu, tampaknya mustahillah fakta monumental semacam itu dapat terus-menerus dirahasiakan. Akan tetapi, kelahiran sang raja benar- benar memunyai sifat-sifat yang tak biasa, dan ada kemungkinan kuat bahwa sang tawanan mungkin adalah kakak tak sah darl Louis XIV.
Teori-teori lain untuk identitas pria bertopeng meliputi bahwa dia sebenarnya adalah dramawan Moliere, yang telah dipenjarakan karena takut merusak sang raja. Hal ini dapat diabaikan karena Moliere akan terlalu tua untuk dicocokkan dengan tanggal-tanggal yang dicatat. Ada juga saran-saran bahwa dia mungkin adalah Nicholas Fouquet, seorang bangsawan kaya Prancis yang dicemburui, atau bahkan anak haram Charles ll dari lnggris. Yang tidak dapat kita ragukan ialah penghormatan yang diberikan kepadanya. Saint-Mars diketahui memanggilnya, �pangeranku', dan para prajurit pengawalnya memanggilnya sebagai �Menara�. Telah tersingkap bahwa para prajurit sering mengangkat topi ke?ka memasuki kamarnya, dan akan tetap berdiri membisu hingga orang itu mempersilahkan mereka duduk. Pada 1711, putri Palatine, adik sepupu raja, menulis sepucuk surat mengenai pria yang diapit sepanjang waktu oleh dua muskiter yang telah dlperintahkan untuk segera membunuhnya jika dia menanggalkan topengnya.
Demikian pula, surat-surat di antara raja dan Saint-Mars telah menyingkapkan bahwa tawanan itu harus dihukum mati segera jika dia mencoba berbicara atau berkomunikasi dengan siapa pun. Tentu saja,tawanan itu mendapat perhatian yang istimewa, siapa pun dia. Banyak ahli bertanya-tanya mengapa, jika dia adalah suatu ancaman bagi keluarga kerajaan Prancis, dia tidak segera dibunuh. Akan tetapi, fakta bahwa ia diizinkan hidup, tetapi hanya di balik sebuah topeng, mungkin benar-benar menunjukkan dia mempunyal hubungan yang menarik dengan monarki itu. ldentitas Pria di dalam Topeng Besi sekarang adalah suatu fakta yang hilang dalam waktu, dan kisah kehidupannya yang sebenarnya mungkin adalah kisah yang tidak akan pernah kita
ketahui sepenuhnya.



EmoticonEmoticon