Senin, 18 Desember 2017

Mengupas kilas balik sejarah singkat sistem operasi android dari arsitektur linux karnel, android runtime dan libraries






APA YANG DI MAKSUD DENGAN ANDROID?

Seperti halnya sistem operasi pada komputer, sistem operasi ponsel (mobile) adalah software utama yang melakukan menejemen dan kontrol terhadap hardware secara langsung serta menejemen dan mengotrol software-software lain sehingga dapat bekerja. Suatu sistem operasi ponsel (mobile operating system) akan bertanggung jawab dalam mengoperasikan berbagai fungsi dan fitur yang tersedia dalam perangkat ponsel tersebut seperti, schedulling task, keyboard, WAP, email, text message, sinkronisasi dengan aplikasi dan perangkat lain, memutar musik, camera, dan mengontrol fitur-fitur lainnya.
Banyak perusahaan ponsel yang membenamkan sistem operasi dalam produknya baik pada PDA, handphone, Smartphone maupun Tablet PC. Perkembangan aplikasi atau game selular (mobile content) sangat cepat, perusahaan pembuat mobile Operating System (OS) telah berlomba untuk memasarkan produk-produk mereka dengan menciptakan fungsi-fungsi dan teknologi yang kian hari kian memanjakan pengguna perangkat mobile seperti smartphone dan Tablet PC dari segi entertainment dan fungsionalitas penggunaan selular untuk memudahkan tugas sehari-hari.
Selain berfungsi untuk mengkontrol sumber daya hardware dan software ponsel seperti keypad, layar, phonebook, baterai, dan koneksi ke jaringan, sistem operasi juga mengontrol agar semua aplikasi bisa berjalan stabil dan konsisten. Sistem operasi harus dirancang fleksibel sehingga para software developer lebih mudah menciptakan aplikasi-aplikasi baru yang canggih.
Keunggulan lain dari ponsel yang ber-OS adalah memiliki kebebasan lebih untuk mendownload berbagai aplikasi tambahan yang tidak disediakan oleh vendor ponsel Sistem operasi tersebut. Sistem Operasi yang beredar saat ini diantaranya adalah:


  •   Symbian
  • Window Mobile / Windows Phone
  • Apple iOS (iPhone)
  • RIM's BlackBerry
  • Android
  • PalmwebOS
Sistem Operasi Android

Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance (OHA), konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.
Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode�kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.
Pada saat ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama, distributor yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan yang kedua adalah distribusinya benar�benar bebas tanpa dukungan langsung dari Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).
Para pendiri Android Inc. yang bekerja di Google, diantaranya adalah Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White. Saat itu banyak yang menganggap fungsi Android Inc, hanyalah sebagai perangkat lunak pada telepon seluler, sehingga muncul rumor bahwa Google akan memasuki pasar telepon seluler. Di perusahaan Google, tim yang dipimpin Rubin bertugas mengembangkan program perangkat seluler dengan dukungan kernel Linux. Hal ini menunjukkan indikasi bahwa Google sedang bersiap menghadapi persaingan dalam pasar telepon seluler.
Android merupakan platform perangkat lunak untuk perangkat mobile yang mencakup sistem operasi, perangkat lunak, middleware, serta pengguna utama aplikasi (e-mail-client, kalender, peta, browser, kontak, dll).
Perangkat pertama yang menjalankan Android, dikembangkan oleh HTC Dream smartphone atau T-Mobile G1, yang secara resmi diluncurkan pada 23 September 2008. Langkah lain dalam pengembangan Google Android adalah pembukaan aplikasi toko online (Android Market) pada bulan Oktober 2008. Saat ini pengembang perangkat lunak dapat menentukan harga jual dari sebuah aplikasi di Android Market.Unit penjualan Android OS smartphone peringkat pertama di antara semua handset smartphone OS dijual di Amerika Serikat pada kuartal kedua dan ketiga tahun 2010, dengan pangsa pasar kuartal ketiga sebesar 43,6%.
Android memiliki komunitas besar pengembang menulis aplikasi program ("aplikasi") yang memperluas fungsionalitas dari perangkat. Pada saat ini lebih dari 200.000 aplikasi tersedia untuk Android. Android Market adalah app store online yang dijalankan oleh Google, meskipun aplikasi

Pemrograman Mobile Device I (Android)
dapat download dari situs pihak ketiga. Pengembang menulis terutama menggunakan platform bahasa pemrograman Java disamping tersedia juga dukungan dari pengembang dengan bahasa lain seperti Python, Ruby dan lain-lain.
Fitur yang tersedia di Android adalah:


  • Kerangka aplikasi: memungkinkan penggunaan dan penghapusan komponen yang tersedia.
  • Dalvik mesin virtual: mesin virtual dioptimalkan untuk perangkat mobile.
  • Grafik: grafik di 2D dan grafis 3D berdasarkan pustaka OpenGL.
  • SQLite: untuk penyimpanan data.
  • Mendukung media: audio, video, dan berbagai format gambar (MPEG4, H.264, MP3, AAC,AMR, JPG, PNG, GIF)
  • GSM, Bluetooth, EDGE, 3G, dan WiFi (hardware dependent)
  • Kamera, Global Positioning System (GPS), kompas,dan accelerometer (tergantung hardware)

 Perkembangan Versi Android

Pada tanggal 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat mobile yang merupakan modifikasi Kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru.
Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android.
Sekitar bulan September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis smart phone yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010).

Android telah melakukan beberapa kali update sejak rilis aslinya. Pembaruan sistem operasi biasanya memperbaiki bug dan menambahkan baru fitur. Umumnya setiap update ke sistem operasi Android dikembangkan dalam nama kode berdasarkan item dessert. Nama kode ini dibuat dalam urutan abjad. 

Android terdiri dari beberapa arsitektur antara lain sebagai berikut

Google merepresentasikan Android sebagai sebuah lapisan software. Setiap lapisan ini berisi beberapa program yang mendukung fungsi-fungsi spesifik dari sistem operasi. Diagram berikut menunjukkan komponen-komponen utama dari sistem operasi Android.
Pemrograman Mobile Device I (Android)

a. Linux Kernel
Lapisan paling bawah pada arsitektur Android adalah kernel. Google menggunakan kernel Linux 2.6 untuk membangun sistem Android, yang mencakup memory management, security setting, power management, dan beberapa driver hardware. Kernel berperan sebagai abstraction layer antara hardware dan keseluruhan software.

b. Android Runtime
Lapisan setelah Kernel Linux adalah Android Runtime. Android Runtime ini berisi Core Libraries dan Dalvik Virtual Machine.


  •  Core Libraries sebagian besar menyediakan fungsi yang ada pada core library bahasa pemrograman Java.
  • Dalvik Virtual Machine adalah register-base virtual machine yang dioptimasikan agar device dapat melakukan lebih dari satu instance secara efisien. Dalvik Virtual Machine dapat mengeksekusi file dengan format Dalvik Executable (.dex) yang telah dioptimasi untuk menggunakan minimum memory footprint. Virtual Machine ini menjalankan class-class yang dicompile menggunakan compiler Java yang kemudian ditransformasi menjadi format .dex menggunakan "dx" tools. Dalvik Virtual Machine menggunakan Kernel Linux untuk menjalankan fungsi-fungsi seperti threading dan low-level memory management.
c. Libraries
Libraries berada di level yang sama dengan Android Runtime. Android menyertakan satu set library dalam bahasa C/C++ yang digunakan oleh berbagai komponen yang ada pada sistem operasi Android. Berikut ini beberapa core library tersebut:


  •  System C library
Di implementasi dari standar C system library (libc) milik BSD, dioptimasi untuk piranti embedded berbasis Linux.


  •  Media Libraries
Berdasarkan PacketVideo OpenCOR, library ini mendukung playback dan recording dari berbagai format audio and video popular termasuk MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, and PNG.


  •  Surface Manager
Mengatur akses pada display dan lapisan composite graphic 2D dan 3D dari berbagai aplikasi.


  • LibWebCore
Web browser engine moderen yang mendukung Android browser maupun embeddable web view.


  •  SGL
Dasar dari engine grafis 2D.


  • 3D libraries
Di implementasi berdasarkan OpenGL ES 1.0 API, library ini menggunakan hardware 3D acceleration dan highly optimized 3D software rasterizer.


  •  FreeType
Bitmap dan vector font rendering.

Sekian terima kasih...insya allah lain waktu membuat artikel berikutnya. 

by: artikel0808.blogspot.co.id



EmoticonEmoticon